Prosedur Tetap Perawatan

November 5, 2006 pukul 7:06 pm | Ditulis dalam ProTap | 1 Komentar

PROSEDUR TETAP

Perawatan Penderita

Puskesmas Rawat Inap Palaran

Kota Samarinda

oleh:

dr. Ergia Latifolia

dr. H. Hatmoko

Untuk Puskesmas Perawatan

lay out : cak moki

last up date 2006

sekapur sirih

November 5, 2006 pukul 6:11 pm | Ditulis dalam ProTap | Tinggalkan komentar

sekapur sirih

Ass, wr, wb,
Para sejawat dimanapun berada, semoga kita semua selalu mendapatkan limpahan rahmat-Nya, dan mudah-mudahan pula kita diberi kesehatan sehingga dapat menunaikan tugas khususnya di bidang kesehatan ataupun di bidang lain sesuai minat masing-masing.

Sengaja kami memberanikan diri menulis ringkasan “Prosedur Tetap” perawatan penderita, khususnya bagi sejawat dokter umum yang dalam kesehariannya bertugas di Puskesmas Perawatan or Puskesmas Rawat Inap.
Referensi yang kami gunakan ada beberapa, diantaranya: Principles of Internal Medicine, Protap Ruang Rawat Inap Puskesmas Semanu I Kabupaten Gunung Kidul tahun 1997, PDT UPF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr Soetomo Surabaya, Continuing Education Ilmu Kesehatan Anak FK Unair, PDT UPF Ilmu Penyakit Dalam RSUD Dr Soetomo Surabaya, PDT UPF Ilmu Penyakit Jantung RSUD Dr Soetomo Surabaya, PDT UPF Ilmu Penyakit Paru RSUD Dr Soetomo Surabaya, Diagnosis dan Terapi Kedokteran Penyakit Dalam jilid 1 dan 2, dan lain-lain, termasuk dari situs Kedokteran (eMedicine, dll).

Tentu masih sangat sederhana dan banyak kekurangan. karenanya perbaikan dan saran dari sejawat sangat kami harapkan. Lebih-lebih dengan pesatnya laju ilmu Kedokteran, maka update sekali lagi kami harapkan sumbangsihnya dari para sejawat dan para ahli.

Ke depan, insya Allah kami upayakan untuk melengkapinya secara bertahap.

Pada kesempatan ini pula kami ingin mengajak para sejawat khususnya yang bertugas di Puskesmas Perawatan, mari kita tingkatkan Mutu Pelayanan dengan langkah nyata dan memberikan layanan dengan biaya yang semurah-murahnya namun dengan mutu yang optimal.

Sudah saatnya warga pinggiran mendapatkan layanan yang benar dan baik melalui modernisasi peralatan penunjang medis. Keberadaan Elektrofotometri, EKG dan USG di Puskesmas Perawatan, sudah saatnya menjadi keharusan bila menginginkan layanan kesehatan yang bermutu.

Kawanku,
Jangan takut ngga laku praktek atau pasien bakal ngga datang ke praktek bila kita mengupayakan layanan bermutu di Puskesmas Perawatan. Percayalah … Tuhan Maha Pemurah.

Para Petingi Kesehatan,

Ingin layanan bermutu? Mudah, jangan biasakan lagi kirim barang jelek, jangan biasakan pula “mark-up” pengadaan barang, jangan biasakan “studi banding-studi bandingan” yang banyak biaya, jangan biasakan hanya menghabis-habiskan anggaran, jangan biasakan kerjasama dengan pihak ketiga yang “profit market”, jangan biasakan gonta-ganti sistem, ….. mudah kan? Bila “masih seperti dulu”, layanan bermutu hanyalah sebuah “mimpi belaka“.

Lho koq berani? Ya friends, saya sudah di Puskesmas sejak akhir 1986, so hapal deh dengan lagunya para petinggi kesehatan kita. Namun kita yakin, masih banyak koq yang baik and jujur.

Akhirnya, selamat bertugas, semoga sukses selalu. Amin

wass, btk:

cakmoki

email: cakmoki@yahoo.com

» ke daftar isi

Daftar Isi

November 5, 2006 pukul 6:09 pm | Ditulis dalam ProTap | 7 Komentar

Daftar Isi

Menu Navigasi Prosedur Tetap
Perawatan Penderita

Klik tiap item untuk menuju ke materi Protap

Protap Umum

November 5, 2006 pukul 6:02 pm | Ditulis dalam ProTap | Tinggalkan komentar

Protap Umum

  • Penderita dari Poliklinik Rawat Jalan, Rujukan dari Dokter Praktek, Bidan, Perawat, Poliklinik Perusahaan atau datang sendiri dengan indikasi Rawat Inap, diterima di Ruang Unit Gawat Darurat oleh Petugas Jaga.
  • Petugas Jaga mencatat identitas Penderita di Buku Register dan Kartu Status Rawat Inap, masukkan dalam berkas rawat Inap.
  • Periksa Tanda Vital ( Tensi, Suhu, Nadi, Respirasi ) dan catat di Buku Vital Sign
  • Melakukan hal-hal sebagai berikut:
    1. Bila ada perintah tertulis: Lakukan sesuai perintah / tindakan
    2. Bila belum ada perintah: Konsultasi Dokter
    3. Bila tidak ada Dokter: berikan pertolongan pertama sesuai keadaan penderita pada saat itu, misalnya pasang Infus, perawatan luka, pasang kateter, dan lain-lain.
  • Setelah diberikan terapi / tindakan, pindahkan penderita ke bangsal perawatan.
  • Awasi keadaan umum penderita secara berkala, termasuk pengamatan Vital Sign. Tulis dan buat grafiknya setiap 6 – 8 jam di kartu rawat inap.
  • Melaksanakan petunjuk / perintah pengobatan selanjutnya dari Dokter
  • Pemberian obat oral diatur sebagai berikut:
    1. Pagi: Jam 06.00-07.00 wita oleh Petugas Jaga Malam
    2. Siang: Jam 12.00-13.00 wita oleh Petugas Jaga Pagi
    3. Sore: Jam 18.00-19.00 wita oleh Petugas Jaga Sore
    4. Malam: Jam 22.00-23.00 wita oleh Petugas Jaga Malam
  • Rawat Inap tidak melayani penderita rawat jalan Apabila ada penderita yang minta pelayanan rawat jalan di ruang rawat inap pada jam kerja, agar dianjurkan ke Puskesmas dan bila di luar jam kerja dianjurkan berobat ke Petugas Puskesmas, kecuali bila ada indikasi Rawat Inap atau Penderita yang perlu mendapatkan pertolongan segera.
  • Rawat Inap Puskesmas Palaran tidak melayani makan. Menu makanan disediakan oleh keluarga Penderita atas saran dan advis dari Puskesmas
  • Apabila kondisi Pasien menurun atau ada perubahan mendadak, segera konsultasi ke Dokter
  • Jika terjadi Anafilaksis shock, tangani sesuai Protap Anafilaksis, kemudian baru konsultasi
  • Petugas jaga dilarang memberikan tindakan / terapi tanpa ijin Dokter, kecuali Dokter tidak ada.
  • Setiap melakukan tindakan / terapi / konsultasi, ditulis dalam Kartu Status dan Buku Laporan Rawat Jaga
  • Setiap penggantian Petugas Jaga, lakukan serah terima, meliputi: lapporan Pasien, obat dan peralatan. Petugas tidak boleh meninggalkan ruangan sebelum penggantinya datang
  • Penggunaan obat oral, topical, injeksi, infus dicatat di Buku Stok
  • Pasien yang perlu pemeriksaan Laboratorium disiapkan oleh Petugas
  • Pasien yang perlu tindakan Rehabilitasi dilaksanakan oleh Petugas sesuai jadual
  • Petugas Jaga mengikuti visite yang dilakukan oleh Dokter
  • Rujukan ke Rumah Sakit di Samarinda didampingi Petugas Jaga
  • Permintaan pulang Pasien tidak perlu konsultasi Dokter, setelah menyelesaikan urusan administrasi dan pembayaran
  • Konsultasi Pasien harus melalui Petugas Jaga
  • Pasien yang tidak dapat ditangani di Puskesmas atau memerlukan tindakan lebih lanjut atau tindakan operatif, dirujuk ke Rumah Sakit di Samarinda, disertai Rujukan dan tindakan sementara yang sudah dilakukan
  • Penggunaan mobil Ambulance harus seijin Kepala Puskesmas dan dikenai tarif sesuai Perda yang berlaku
  • Setiap pembayaran diberikan tanda terima, dan dibuat 3 (tiga) rangkap, 1 lembar untuk Penderita, 1 lembar untuk arsip Rawat inap dan 1 lembar untuk Bendaharawan Rawat Inap
  • Petugas senantiasa menjaga kebersihan dan kerapian, serta memberikan anjuran kepada Pasien dan keluarganya agar ikut menjaga kebersihan
  • Dokter dan Petugas tidak diperkenankan memungut tambahan biaya di luar ketentuan
  • Dokter dan Petugas tidak diperkenankan menerima sesuatu dan melakukan deal-deal dengan pihak manapun yang berujung pada pebengkakan biaya oleh penderita
  • Dokter hendaknya membuat standarisasi obat sesuai keperluan minimal berdasarkan indikasi medis dan memilih Apotik yang kredibel dalam pengadaan obat. Dalam menentukan jenis obat hendaknya memertimbangkan daya jangkau penderita tanpa mengurangi kualitas obat.
  • Semua komponen Rawat Inap hendaknya bersikap ramah dengan Penderita dan keluarganya, memberikan support serta mendidik penderita berkenaan dengan penyakitnya.

Semoga Protap Umum ini memeberi manfaat kepada sesama. Amin

Copyright © 2005 Puskesmas Rawat Inap Palaran Samarinda

» ke daftar isi

Alur Pelayanan

November 5, 2006 pukul 5:44 pm | Ditulis dalam ProTap | 1 Komentar

Alur Pelayanan

  • Setiap Pasien, masuk melalui Unit Gawat Darurat untuk mendapatkan Pelayanan Medis sebelum ke Ruang Perawatan
  • Petugas UGD melaksanakan Pelayanan Medis sesuai Instruksi Medis Dokter atau Prosedur Tetap Rawat Inap Puskesmas Palaran
  • Petugas UGD membuat Registrasi dan mencacat di Lembar Status Penderita
  • Petugas UGD mengantar Penderita ke Ruang Perawatan sesuai Kriteria
  • Petugas UGD melakukan serah terima dengan Petugas Perawatan
  • Penderita diperkenankan pulang setelah membayar biaya perawatan
  • Setiap Penderita diberikan Kwitansi dan Catatan Medis pasca perawatan
  • Apabila Penderita perlu dirujuk, maka Pasien dirujuk setelah mendapatkan tindakan stabilisasi
  • Apabila Penderita meninggal dunia, maka keluarganya diperkenankan membawa jenazah setelah 2 jam dan membayar biaya perawatan

Bagan Alur Pelayanan

Alur Pelayanan

cak moki

» ke daftar isi

Protap Emergency

November 5, 2006 pukul 5:22 pm | Ditulis dalam ProTap | Tinggalkan komentar

Protap EmergencyYang dimaksud Emergency, adalah kondisi atau penyakit yang memerlukan penanganan khusus berdasarkan tingkat kedaruratan yang mengancam keselamatan penderita. Pada dasarnya semua penderita dengan kondisi atau penyakit apapun perlu mendapatkan penanganan yang cepat pada tahap awal untuk kemudian dilakukan evaluasi dan penata laksanaan sesuai kondisi penyakitnya.

» ke daftar isi

Syok Anafilaksis

November 5, 2006 pukul 5:02 pm | Ditulis dalam ProTap | 7 Komentar

syok Reaksi syok anafilaksis adalah terjadinya reaksi renjatan (syok) yang memerlukan tindakan emergency karena bisa terjadi keadaan yang gawat bahkan bisa menimbulkan kematian. Kalangan awam menerjemahkan keracunan, padahal sesungguhnya adalah resiko dari tindakan medis atau penyebab lain yang disebabkan faktor imunologi. Perlu diingat bahwa reaksi alergi tidak semata ditentukan oleh jumlah alergen, namun pada kenyataannya setiap pemberian obat tertentu (umumnya antibiotika secara parenteral) dilakukan test kulit untuk melihat ada tidaknya reaksi alergi. Apakah tindakan ini hanya bersifat psikologis? Perlu kajian mendalam dari kalangan medis dan publikasi kepada publik tentang reaksi alergi agar tidak diterjemahkan sebagai “mal praktek“.

Dikatakan “medical error” apabila nyata-nyata seseorang yang mempunyai riwayat alergi obat tertentu tetapi masih diberikan obat sejenis. Karena itu penting untuk memberikan penjelasan dan cacatan kepada penderita yang mempunyai riwayat alergi, agar tidak terjadi reaksi syok anafilaksis.
Berikut ini adalah penyebab, reaksi tubuh, derajat dan penatalaksanaan reaksi syok anafilaksis.

Penyebab:

  • Obat-obatan:
    1. Protein: Serum heterolog, vaksin,ektrak alergen
    2. Non Protein: Antibiotika,sulfonamid, anestesi lokal, salisilat.
  • Makanan: Kacang-kacangan, mangga, jeruk, tomat, wijen, ikan laut, putih telor, susu, coklat, zat pengawet.
  • Lain-lain: Olah raga, berlari, sengatan (tawon, semut)

Reaksi Tubuh:

  • Lokal: Urtikaria, angio-edema
  • Sistemik:
    1. Kulit/mukosa: konjungtivitis,rash,urtikaria
    2. Saluran napas: edema laring, spasme bronkus
    3. Kardiovaskuler: aritmia
    4. Saluran cerna: mual, muntah, nyeri perut, diare

Derajat Alergi:

Ringan:
Rasa tidak enak, rasa penuh di mulut, hidung tersumbat, edema pre-orbita, kulit gatal, mata berair.

Sedang:
Seperti di atas, ditambah bronkospasme

Berat (syok):

  • Gelisah, kesadaran menurun
  • Pucat, keringat banyak, acral dingin
  • Jantung berdebar, nyeri dada, takikardi, takipneu
  • Tekanan darah menurun, oliguri

Penatalaksanaan Reaksi Alergi:

Ringan:
Stop alergen, beri Antihistamin

Sedang:

  • Seperti di atas di tambah: aminofilin atau inj. Adrenalin 1/1000 0,3 ml sc/im, dapat diulang tiap 10-15 menit sampai sembuh, maksimal 3 kali.
  • Amankan jalan nafas, Oksigenasi.

Berat:

  • Seperti sedang ditambah: posisi terlentang, kaki di atas
  • Infus NaCl 0,9% / D5%
  • Hidrokortison 100 mg atau deksametason iv tiap 8 jam
  • Bila gagal: beri difenhidramin HCl 60-80 mg iv secara pelan > 3 menit
  • Jika alergen adalah suntikan, pasang manset di atas bekas suntikan (dilepas tiap 10-15 menit) dan beri adrenalin 0,1-0,5 ml im pada bekas suntikan
  • Awasi tensi, nadi, suhu tiap 30 menit
  • Setelah semua upaya dilakukan, jika dalam 1 jam tidak ada perbaikan rujuk ke RSUD.

» ke daftar isi

Trauma Capitis

November 5, 2006 pukul 4:50 pm | Ditulis dalam ProTap | 2 Komentar

Trauma CapitisPenatalaksanaan:

Anamnesa

  • Pingsan apa tidak? Jika pingsan -> berapa lama? jika > 10 menit -> rujuk ke RSUD
  • Apakah disertai mual, pusing/sakit kepala, muntah/tidak

Bila pasien tidak sadar

  • Perbaiki posisi dengan mengangkat dagu
  • Membuang benda-benda asing atau melepas gigi palsu
  • Hisap lendir

Pemeriksaan:

  • Tensi, nadi, pernafasan. Jika tensi menurun -> infus RL
  • Periksa trauma tulang belakang : bila ada tanda kelumpuhan ekstremitas -> rujuk ke RSUD
  • Tentukan nilai derajat kesadaran, periksa pupil:
    1. Isokor / anisocor dan bila midriasis > 1 mm -> rujuk ke RSUD.
    2. Reflek cahaya langsung / tidak langsung. Jika negatif -> rujuk ke RSUD
  • Periksa ekstremitas : jika ada tanda fraktur/kelumpuhan -> rujuk ke RSUD

Perawatan rawat inap di Puskesmas:

  • Istirahat baring tanpa bantal selama dalam perawatan
  • Awasi tensi, nadi, pernafasan, suhu setiap 30 menit
  • Infus D10% (kalau ada kecurigaan oedem otak). Jika KU lemah selang-seling dengan RL.
  • Pengobatan : Analgesik k/p, Diazepam (bila gelisah), Dimenhidrinat (bila muntah), Antibiotika (bila ada luka).

Perawatan di rumah

Melanjutkan istirahat baring tanpa bantal selama 1-2 minggu dan oabat-obat diteruskan sesuai kebutuhan.

Penilaian Derajat Kesadaran (Ditentukan oleh 3 variabel)

Pembukaan Mata:

  • Spontan: nilai=4
  • Dengan perintah verbal: nilai=3
  • Rangsang sakit: nilai=2
  • Tanpa reaksi: nilai=1

Respon Motorik:

  • Mengikuti perintah: nilai=6
  • Melokalisasi sakit: nilai=5
  • Gerakan fleksi: nilai=4
  • Fleksi abnormal: nilai=3
  • Ekstensi abnormal: nilai=2
  • Tanpa reaksi: nilai=1

Respon Verbal:

  • Orientasi baik: nilai=5
  • Disorientasi: nilai=4
  • Kata-kata jelas: nilai=3
  • Suara tidak berarti: nilai=2
  • Tanpa reaksi: nilai=1

Catatan:
Dari masing-masing variabel hanya diambil nilai teringgi saja, kemudian dijumlahkan.

Bila jumlah nilai derajat kesadaran:

  • Nilai 14-15 -> pasien rawat jalan
  • Nilai 10-13 -> pasien rawat inap
  • Nilai < 10 -> rujuk ke RSUD

» ke daftar isi

Sesak Nafas (Dyspneu)

November 5, 2006 pukul 4:35 pm | Ditulis dalam ProTap | 60 Komentar

Sesak NapasPenyebab:

  • Bebagai penyakit yang memerlukan penanganan cepat
  • Jika diagnosis dan terapi lerlambat -> fatal
  • Penatalaksanaan, anamnesis, pemeriksaan jasmani yang seksama -> memegang peranan sangat penting.

Penyakit-penyakit penyebab Sesak Napas:

  • Alergi: Asma Bronkiale
  • Kardiologi: Payah Jantung
  • Pulmonologi: Efusi pleura masif, Pneumonia, Pneumothoraks, Penyakit Paru Obstruksi Menahun (PPOM)
  • Penyakit dalam: Gastritis, Esofagitis
  • Psikiatri: Kesakitan atau ketegangan

Yang Harus Ditanyakan pada Anamnesa:

  • Sejak Kapan: Baru saja ? Sudah lama dan kambuh-kambuhan ? Tiba-tiba atau Perlahan-lahan?
  • Apakah timbul sesudah kegiatan fisik berat?
  • Apakah timbul bila berjalan jauh atau naik tangga?
  • Apakah disertai batuk-batuk?
  • Apakah disertai sputum : banyak? Berbuih? Mengandung darah?
  • Apakah disertai nyeri dada kiri?

Asma Bronkiale
Anamnesa:

  • Sering kambuh pada saat-saat tertentu (menjelang pagi, udara dingin, banyak debu, dll)
  • Nafas berbunyi, disertai/ tanpa sputum
  • Kadang ada riwayat alergi (makanan tertentu, Obat, dll)
  • Ada riwayat alergi/ sesak pada keluarga lain yang sedarah
  • Kadang dicetuskan oleh stres.

Payah Jantung (Decompensatio Cordis)
Anamnesa:

  • Timbul setelah aktivitas fisik berat (jalan jauh, naik tangga, dll) dan berkurang dengan istirahat
  • Lebih enak berbaring dengan bantal tinggi.

Efusi Pleura, Pneumonia, Pneumothorax, Penyakit Paru Obstruktif Menahun
Anamnesa:

Sesak napas terus-menerus dan berkepanjangan


Gastritis (Dispepsia)

Sesak nafas di hulu hati, sesaknya berhubungan dengan kecemasan, makanan, misalnya sesudah makan makanan yang merangsang (pedas, kecut, kopi, dll)


Penatalaksanaan Umum Sesak Napas:

  • Diagnosis Pasti : anamnesis, pemeriksaan fisik, foto thorak,EKG.
  • Berikan O2 2-4 liter/ menit tergantung derajat sesaknya (secara intermiten)
  • Infus D5% 8 tetes/menit, jika bukan payah jantung -> tetesan dapat lebih cepat
  • Posisi setengah duduk atau berbaring dengan bantal tinggi -> usahakan yang paling enak buat pasien. Bila syok -> Posisi kepala jangan tinggi.
  • Cari penyebab -> tindakan selanjutnya tergantung penyebab.

Perhatian :

  • Pada panyah jantung -> jangan beri infus NaCl, dan tetesan harus pelan sekali -> agar tidak makin memberatkan beban jantung
  • Pada (riwayat) sakit dada -> jangan injeksi adrenalin -> fatal
  • Pada PPOM, jika diperlukan O2 -> aliran kecil : 1-2 liter/ menit -> dapat terjadi Apnea.

Pengobatan Spesifik:

Penatalaksanaan secara spesifik dilanjutkan sesuai dengan kausa nya.

» ke daftar isi

Kejang Demam

November 5, 2006 pukul 3:36 pm | Ditulis dalam ProTap | 12 Komentar

kejang demamDefinisi:

Kejang Demam ialah kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh yang disebabkan oleh proses ekstrakranial.

Pembagian:

  1. Kejang Demam Sederhana (KDS)
  2. Kejang Demam Komplikata

Kejang Demam Sederhana
Penyebab:
OMP, Bronkopneumonia, Tonsilofaringitis akut, GE,dll.
Gejala dan Tanda:

  • Umur 6 bulan – 4 tahun
  • Lama kejang < 15 menit
  • Kejang bersifat umum
  • Kejang terjadi dalam 16 jam sesudah terjadi kenaikan suhu tubuh
  • Frekuensi < 4 x/ tahun
  • Gambaran EEG normal (diperiksa sedikitnya 1 minggu setelah kejang)

Penatalaksanaan:

Pertolongan Pertama:

  • Bebaskan jalan Nafas
  • Letakan karet antara kedua rahang supaya lidah tidak tergigit
  • Monggarkan pakaian
  • Tempatkan perderita sedemikian rupa supaya tidak cedera.
  • Memberantas kejang secepatnya:
    1. Beri Diazepam (Valium) iv pelan-pelan (dalam 2-3 menit) dengan dosis:
      • BB < 10 kg:0,5 mg/ kg BB minimal 2,5 mg atau Stesolid suppos. 5 mg
      • BB > 10 kg;0,5 mg/ kg BB minimal 7,5 mg atau stesolid suppos. 10 mg
      • Bila dalam 20 menit tidak berhenti dapat diulangi dengan dosis yang sama dan bila dalam 20 menit tidak juga berhenti -> ulangi dengan dosis yang sama tetapi im.
    2. Jika tidak ada Diazepam dapat diberikan Fenobarbital (Luminal) im/iv dengan dosis : Usia < 1 tahun: 50 mg -> dalam 15 menit tidak berhenti -> ulangi dengan dosis 30 mg.
      • Usia > 1 tahun: 75 mg -> dalam 15 menit tidak berhenti -> ulangi dengan dosis 50 mg.
      • Turunkan panas dengan kompres air/ es, dan beri parasetamol 10 mg/ kg BB/ dosis.
      • Cari penyebab: beri Diazepam dan parasetamol untuk penyakit-penyakit yang disertai demam.

Kejang Demam Komplikata
Penyebab:

Meningitis, Ensefalitis, Abses Otak.

Gejala dan Tanda:

Di luar kriteria KDS

Pencegahan:

Beri fenobarbital (Luminal) 5-7 mg/kg/24 jam dibagi dalam 3 dosis, diberikan sampai 2 tahun bebas kejang atau sampai usia 6 tahun.


Kejang Tanpa Demam

Definisi:

Kejang tanpa demam adalah bangkitan kejang yang terjadi tanpa disertai kenaikan suhu tubuh, dapat bersifat klonik maupun tonis. Umumnya karena proses intrakranial yang merupakan kelanjutan kejang demam komplikata, misalnya terjadi epilepsi.

Penatalaksanaan:

Sama dengan Kejang Demam Komplikata, tetapi tanpa penurun panas.

Kejang Pada Dewasa

Prinsip penatalaksanaan sama dengan anak, hanya berbeda dosis, yaitu :
Dizepam 1- 20 mg iv pelan-pelan, 30 menit tidak berhenti ulangi dengan dosis sama, dapat sampai 3 kali. Bila tidak ada Diazepam, dapat diberikan Luminal 100 mg im, dapat diulang 3 kali.
Jika usaha tersebut tidak menolong dan terjadi status konvulsi -> rujuk dengan infus D10% terpasang didampingi seorang paramedis.

» ke daftar isi

Kolik Abdomen

November 5, 2006 pukul 3:22 pm | Ditulis dalam ProTap | 7 Komentar

kolik abdomenDiagnosa Banding

  1. Kanan Atas:
    • Kolesistitis akut
    • Pankreasitis akut
    • Perforasi tukak peptik
    • Hepatitis akut
    • Abses hati
    • Kongestif hepatomegali akut
    • Pneumonia dengan reaksi pleura
  2. Kiri Atas:
    • Perforasi lambung
    • Pankreasitis akut
    • Perforasi kolon
    • Pneumonia dengan reaksi pleura
    • Infark Miokard
    • Pielonefritis akut
  3. Peri Umbilikal:
    • Obstruksi
    • Apendiksitis
    • Pankreasitis akut
    • Hernia strangulasi
    • Divertikulitis
  4. Kanan Bawah:
    • Apendiksitis
    • Adneksitis
    • Endometriosis
    • KET (kehamilan ektopik terganggu
    • Divertikulitis
    • Perforasi caecum
    • Batu ureter
    • Hernia
    • Abses psoas
  5. Kiri Bawah:
    • Divertikulitis
    • Adneksitis / Endometriosis
    • Perforasi kolon / sigmoid
    • Batu ureter
    • Hernia
    • Abses psoas

Penatalaksanaan
Anamnesa

  • Bagaimana sifat nyeri
  • Lokasi nyeri: menyebar / tidak ? Bagaimana menyebarnya?
  • Apakah disertai mutah? Disertai demam?
  • Apakah disertai sesak nafas?
  • Apakah disertai debar-debar?
  • Adakah tanda-tanda kehamilan (untuk KET)
  • Adakah riwayat gastritis/dispepsia?
  • Bagaimana BAK, dan bagaimana BAB? Apakah bisa kentut?

Pemeriksaan

  • Tensi, nadi, pernafasan, suhu
  • Pemeriksaan abdomen : lokasi nyeri, adakah nyeri tekan / nyeri lepas ? Adakah pembesaran hati, apakah teraba massa?
  • Pemeriksaan rektal : lokasi nyeri pada jam berapa, adakah faeces, adakah darah?
  • Laboratorium : Leukosit dan Hb

Tindakan

  • Infus RL ; jika anuria -> infus RL:D5 = 1:1
  • Bila dehidrasi berat -> infus diguyur, dipasang kateter dauwer
  • Beri analgetik ringan (xylomidon),Spasmolitik: Baralgin, Sulfas Aliopin (inj) ; jika kesakitan sekali -> beri petidin 1 amp im, jangan beri Antibiotik kalau penyebab tidak jelas
  • Bila gelisah penderita gelisah, beri Diazepam 10 mg iv, bisa diulang tiap 30 menit
  • Bila panas, beri: antipiretik (Parasetamol)
  • Bila keadaan umum jelek, beri supportif Vitamin / Alinamin F (inj), Cortison inj 3 cc atau Deksametason 2 amp
  • Bila dengan upaya di atas keadaan tidak membaik, rujuk ke RSUD

Penatalaksanaan selanjutnya, berdasarkan spesifikasi penyakitnya.

» ke daftar isi

Keracunan (intoksikasi)

November 5, 2006 pukul 3:06 pm | Ditulis dalam ProTap | 2 Komentar

intoksikasiPenatalaksanaan Umum:
Secara garis besar, penatalaksanaan keracunan adalah mencegah / menghentikan Penyerapan Racun. Berdasarkan tempat masuknya, maka perawatan awal adalah sebagai berikut:

Racun melalui mulut:

  • Norit 2 sendok takar + 1 gelas air teh pekat + 1 sendok takar antasida
  • Rangsang muntah: rangsang dinding faring dengan jari yang telah dibersihkan.
  • Perhatian: rangsang muntah tidak boleh dilakukan pada keracunan zat korosif dan penderita dengan gangguan kesadaran
  • Pencahar dengan Na Sulfat atau klisma dengan air sabun per-rektal

Racun melalui kulit / mata:

  • Pakaian yang terkena dilepas
  • Bilas kulit dengan air sabun

Racun Inhalasi:

Pindahkan penderita ke tempat yang aman, dan lakukan nafas buatan dengan ambubag.

Penatalaksanaan Spesifik dan Antidotum:

Sesuai dengan jenis masing-masing racun/toksin.

Alkohol

  • Gejala: Emosi labil, kulit merah, muntah, depresi pernafasan, stupor,koma
  • Tindakan:
    1. Emesis, bilas lambung
    2. Infus glukosa

Amidopirin (Antalgin)

  • Gejala: Edema angionerotika dan kelainan kulit, gelisah
  • Tindakan:
    1. Antihistamin
    2. Epinefrin 0,3 ml sc
    3. Kortikosreroid parenteral dan atau oral

Sabun dan detergen rumah tangga

  • Gejala: Muntah, diare
  • Tindakan:
    1. Emesis
    2. Bilas lambung (kalau tertelan banyak)

Insektisida (DDT, Endrin, Chlordane)

  • Gejala: Muntah, parestesi, tremor, kejang, edem paru, sesak nafas, koma
  • Tindakan:
    1. Bilas lambung -> Pencahar
    2. Kalsium glukonat 10% 10 ml iv lambat
    3. Jika kondisi jelek, rujuk ke RS

» ke daftar isi

Gagal Jantung (Decompensatio Cordis)

November 5, 2006 pukul 2:42 pm | Ditulis dalam ProTap | 4 Komentar

gagal jantungKriteria diagnostik

  • Sesak nafas setelah aktivitas
  • Oedem / Oedem anasarka
  • Ada bising jantung ( mur-mur) dan gangguan irama jantung
  • Ada oedem paru ( ronchi basah )
  • Ada pembesaran hepar.

Perawatan

  • Diberi oksigenasi, bila sesak sekali: 1 L/menit
  • Pasang infus D5% tetesan maintanance
  • Beri furosemide (lasix) injeksi iv/im 40 mg per hari
  • Beri KCI per kolf ( 1 kali per hari)
  • Beri alinamin F injeksi 1 amp. 1 kali per hari untuk supplement
  • Terapi oral : Digoxin 2 x 1 tab
  • Roborantia
  • Diet : TKTP, bedrest total
  • Foto thorax
  • Jika tiga hari tidak ada perbaikan (rujuk ke RSUD)
  • Awasi KU, tensi, nadi, respirasi
  • Awasi volume cairan urine yang keluar selama 24 jam.

Lebih jauh tentang Penatalaksanaan Gagal Jantung, silahkan download kardiovaskuler dalam format flash swf. Klik kanan download lalu pilih Save Target As …

» ke daftar isi

Protap Perawatan Penyakit

November 5, 2006 pukul 1:39 pm | Ditulis dalam ProTap | Tinggalkan komentar

Perawatan PenyakitPada Protap Penyakit ini, untuk sementara kami tampilkan beberapa Penyakit Terbanyak dan penyakit-penyakit yang masih memungkinkan dirawat di Puskesmas Perawatan khususnya di Puskesmas Palaran Samarinda.
Adapun beberapa penyakit yang memerlukan penanganan spesifik telah kami buat secara terpisah dalam format Flash, eBook, pdf dan Help File.

Perlu diingat bahwa Protap ini hanyalah ringkasan yang lebih banyak aspek perawatannya, sedangkan penjelasan tentang Patofisiologi, Etiologi, Prognosa dan Komplikasi, rencananya kami kemas dalam format Flash dan eBook, yang insya Allah siap tayang online melalui Blog Puskesmas Palaran atau Personal Blog.

salam
lia – cakmoki

» ke daftar isi

Gastro Enteritis (GE)

November 5, 2006 pukul 5:35 am | Ditulis dalam ProTap | 5 Komentar

DiareGejala dan tanda umum

Diare dan mutah dapat mengakibatkan pengeluaran cairan dan elektrolit dalam jumlah banyak, yang dapat berakibat:

  • Syok hipovolemik
  • Kekurangan elektrolit
  • Kegagalan ginjal mendadak
  • Asidosis metabolik, disebabkan:
    1. Pengeluaran ion bicarbonat dalam jumlah besar
    2. Akibat kegagalan ginjal mendadak
    3. Pembakaran energi secara anaerobik

Penggolongan GE

GE pada Dewasa
Dehidrasi Ringan: (kehilangan cairan: 40-50 ml/kg BB)
Gejala klinis:

  • Keadaan umum: Haus, sadar, gelisah
  • Nadi, respirasi, tekanan darah, turgor, mata, urine: Normal. Mukosa: basah

Dehidrasi Sedang: (kehilangan cairan: 60-90 ml/kg BB)
Gejala klinis:

  • Keadaan umum: Haus dan gelisah
  • Nadi: cepat dan kecil, respirasi: agak cepat, tekanan darah: normal/turun, turgor: kurang, mata: cekung, mukosa: kering, urinasi: kurang

Dehidrasi Berat: (kehilangan cairan: 100-120 ml/kg BB)
Gejala klinis:

  • Keadaan umum: ngantuk, lemah, koma
  • Nadi: tidak teraba, respirasi: cepat dan dalam, tekanan darah: <80 mmHg/tak terukur, turgor: kurang sekali, mata: cekung sekali, mukosa: kering sekali, urinasi: tidak ada

Penyebab :

  • GE coliform (diare, mutah, tanpa mules, tanpa tinismus) -> sering dehidrasi berat, R/ tetrasiklin 4×500 mg 3 hari)
  • GE desentriform (kolik,,diare,tenemus,lendir,darah) -> jarang dehidrasi:
    1. Entamuba histolitika : R/ Metronidazol 3x500mg (5 hari) dengan tetrasiklin 4X250 mg (10 hari)/LI>
    2. Shigella atau Salmonela : R/ Chloramphenicol 4 x 500 mg (7-14 hari)
  • GE tidak spesifik, tidak memerlukan antibiotik (kasus terbanyak)

Penatalaksanaan:
Prinsip Perawatan:

  • Mengganti cairan dan eletrolit yang hilang
  • Mengenal dan mengatasi komplikasi
  • Memberantas penyebab

Urutan tindakan:

  • Menentukan derajat dehidrasi
  • Pemberian cairan peroral (oralit, LGG) dan perinfus (RL)
  • Pemberian terapi sesuai penyebab (seperti di atas)

GE pada Bayi dan Anak
Dehidrasi Ringan: Kekurangan cairan 0-5% (25 ml/Kg BB)
Gejala Klinis:

  • Kesadaran: compus mentis
  • Nadi: 120 x/menit
  • Pernapasan: normal
  • Ubun-ubun besar: agak cekung
  • Mata: agak cekung
  • Turgor dan tonus: normal

Dehidrasi Sedang: Kekurangan cairan 5-10% (75 ml/Kg BB)
Gejala Klinis:

  • Kesadaran: gelisah
  • Nadi: 120-130 x/menit
  • Pernapasan: agak cepat
  • Ubun-ubun besar: cekung
  • Mata: cekung
  • Turgor dan tonus: agak kurang

Dehidrasi Berat: Kekurangan cairan > 10% (125 ml/Kg BB)
Gejala Klinis:

  • Kesadaran: apatis, koma
  • Nadi: > 140 x/menit
  • Pernapasan: kusmaull
  • Ubun-ubun besar: cekung sekali
  • Mata: cekung sekali
  • Turgor dan tonus: kurang sekali

Penatalaksanaan : adalah mengatasi dehidrasi
Dehirasi ringan, sedang:

  • Oralit, LGG (dengan sendok, bukan dengan botol) walau mutah -> teruskan
  • ASI diteruskan
  • Kalau muntah terus menerus -> infus RL

Dehidrasi berat:

  • Rawat inap -> infus RL
  • Pada umumnya GE pada anak/banyi disebabkan oleh rotavirus tidak perlu antibiotika, kecuali jelas ada tanda-tanda infeksi bakteri (persentase kecil)
  • Kalau kembung KCl peroral 75 mg/kg BB/hari (bila kembungnya sebelum diare -> curigai Ileus)
  • Refeeding : bersamaan dengan rehidrasi (tidak perlu menunggu 24 jam)
  • Kalau curiga Kolera (BAB seperti air cucian beras, presyok/syok): -> Infus RL:
    1. 1 jam pertama tetesan 10 x BB tetes/menit: bila 1 jam teratasi lanjutkan sampai 2-3 jam, bila 1 jam belum teratasi teruskan sampai teratasi
    2. 7 jam berikutnya tetesan 3 X BB tetes/menit
    3. Tetrasiklin 30-50 mg/kg BB/hari dibagi dalam 4 dosis

Lebih jauh tentang Rehidrasi GE, silahkan download formula rehidrasi dalam format flash swf. Klik kanan download, lalu pilih Save Target As …

» ke daftar isi

Link terkait:
» unicef
» WHO

Demam Tifoid (Typhus Abdominalis)

November 5, 2006 pukul 5:29 am | Ditulis dalam ProTap | 16 Komentar

TyphusDefinisi :
Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh kuman Salmonella Typhi dengan masa tunas 6-14 hari.

Gejala dan Tanda:

  • Demam > 7 hari, terutama pada malam hari, dan tidak spesifik
  • Gangguan saluran pencernaan: nyeri perut, sembelit/diare, muntah
  • Dapat ditemukan: lidah kotor, splenomegali, hepatomegali
  • Gangguan kesadaran : iritabel-delirium, apati sampai semi-koma
  • Bradikardi relatif, Rose-spots, epistaksis (jarang ditemukan)
  • Laboratorium : titer Widal 1/200 atau lebih atau 1/320 pada pemeriksaan ulangan dan klinis. Diagnosa pasti dengan kultur. Titer aglutinin bisa tetap positip setelah beberapa minggu, bulan bahkan tahun, walau penderita sudah sehat. Kadang leukositosis, kadang leukopeni

Penatalaksanaan :

  • Bet rest total (tirah baring absolut) sampai minimal 7 hari bebas panas atau selama 14 hari, lalu mobilisasi secara bertahap -> duduk -> berdiri -> jalan pada 7 hari bebas panas
  • Diet tetap makan nasi, tinggi kalori dan protein (rendah serat) -> lihat Buku Ajar Penyakit Dalam jilid 1, edisi 3 cetakan ke 7, halaman 439, PAPDI, tahun 2004
  • Medikamentosa:
    1. Antipiretik (Parasetamol setiap 4-6 jam)
    2. Roborantia (Becom-C, dll)
    3. Antibiotika:
    • Kloramfenikol, Thiamfenikol : 4×500 mg, jika sampai 7 hari panas tidak turun (obat diganti)
    • Amoksilin/ampisilin : 1 gr/6 jam selama fase demam. Bila demam turun -> 750 mg/6 jam sampai 7 hari bebas panas
    • Kotrimoksasol : 2 X 960 mg Selama 14 hari atau sampai 7 hari bebas panas. Jika terjadi leukopeni (obat diganti)
    • Golongan sefalospurin generasi III (mahal)
    • Golongan quinolon (bila ada MDR)

Catatan:

Kortikosterroid: khusus untuk penderita yang sangat toksik (panas tinggi tidak turun-turun, kesadaran menurun dan gelisah/sepsis):

  • Hari ke 1: Kortison 3 X 100 mg im atau Prednison 3 X 10 mg oral
  • Hari ke 2: Kortison 2 X 100 mg im atau Prednison 2 X 10 mg oral
  • Hari ke 3: Kortison 3 X 50 mg im atau Prednison 3 X 5 mg oral
  • Hari ke 4: Kortison 2 X 50 mg im atau Prednison 2 X 5 mg oral
  • Hari ke 5: Kortison 1 X 50 mg im atau Prednison 1 X 5 mg oral

Pada Anak :

  • Klorampenikol : 50-100 mg/kg BB/dibagi dalam 4 dosis sampai 3 hari bebas panas / minimal 14 hari. Pada bayi < 2 minggu : 25 mg/kg BB/hari dalam 4 dosis. Bila dalam 4 hari panas tidak turun obat dapat diganti dengan antibiotika lain (lihat di bawah)
  • Kotrimoksasol : 8-20 mg/kg BB/hari dalam 2 dosis sampai 5 hari bebas panas / minimal 10 hari
  • Bila terjadi ikterus dan hepatomegali : selain Kloramfenikol diterapi dengan Ampisilin 100 mg/ kg BB/hari selama 14 hari dibagi dalam 4 dosis
  • Bila dengan upaya-upaya tersebut panas tidak turun juga, rujuk ke RSUD

Perhatian :

  • Jangan mudah memberi golongan quinolon, bila dengan obat lain masih bisa diatasi (baca ulasan penulis dalam: Booming Cyprofloxacin)
  • Jangan mudah memberi Kloramfenikol bagi kasus demam yang belum pasti Demam Tifoid, mengingat komplikasi Agranulositotis
  • Tidak semua demam dengan leukopeni adalah Demam Tifoid
  • Demam < 7 hari tanpa leukositosis pada umumnya adalah infeksi virus, jangan beri kloramfenikol

Lebih jauh tentang Tifoid, silahkan download Mengenal Typhus dalam format flash swf. Klik kanan download lalu pilih Save Target As …

» ke daftar isi

Malaria

November 5, 2006 pukul 4:33 am | Ditulis dalam ProTap | 3 Komentar

MalariaDefinisi:
Malaria adalah infeksi Protozoa (Plasmodium), yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles.

Etiologi (Penyebab):

  • Plasmodium vivax
  • Plasmodium malariae
  • Plasmodium falcifarum
  • Plasmodium ovale

Perjalanan penyakit:

  • Demam terjadi saat sporulasi dan destruksi eritrosit -> keluar zat pirogen -> demam
  • Anemia karena sporulasi dan destruksi Eritrosit
  • Terjadi Aglutinasi Erytrosit intravaskuler
  • Anoksia sel karena anemia dan aglutinasi
  • Hepatospleenomegali karena hypertrofi RES
  • Ikterus krn hemolisis eritrosit intravaskuler
  • Anemia Malaria oleh P. falsifarum lebih hebat daripada lain

Gejala klinis:

  • Masa tunas antara 10-14 hari
  • Fase prodormal: menggigil, demam, nyeri kepala, nyeri otot, anoreksi, lelah
  • Gejala khas: serangan berulang paroksismal, menggigil-demam-berkeringat-rekonvalesen
  • Ikterus, Anemia, Hepatomegali, Spleenomegali, Hipotensi postural, Urobilinuria
  • Plasmodium vivax: demam tiap hari ke 3
  • Plasmodium falsifarum: demam kurang 48 jam
  • Plasmodium malariae: demam tiap 72 jam

Penatalaksanaan:

  • Tirah baring
  • Infus Cairan dengan tetesan pemeliharaan (kecuali ada tanda dehidrasi)
  • Medikamentosa:
    1. Sulfadoksin pirimetamin 3 tab (dosis tunggal)
    2. Kloroquin: Hari I – II 600 mg ds tunggal dan hari III 300 mg dosis tunggal
    3. Primaquin: 15 mg selama 3 hari ( P. vivax, ovale dan malariae selama 5 hari)
    4. Roborantia bila perlu
  • Bila ada penyulit, atasi penyakit penyulit sesuai jenis penyakitnya
  • Malaria oleh P.falsifarum berat: obat seperti di atas, ditambah:
    1. Rehidrasi
    2. Antikonvusi
    3. Transfusi atau Dialisis
    4. Plasma expander, bila berat: Rujuk

Links terkait:
» emedicine
» WHO

» ke daftar isi

Demam Berdarah Dengue (DBD)

November 5, 2006 pukul 3:25 am | Ditulis dalam ProTap | 5 Komentar

DBDDefinisi:
DBD adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan virus Dengue tipe I-IV, disertai demam 5-7 hari gejala-gejala perdarahan, dan bila timbul syok: angka kematian cukup tinggi.

Gejala dan tanda :

  • Derajat 1: panas 5-7 hari, gejala umum tidak khas, RL (+)
  • Derajat 2: seperti derajat I + perdarahan spontan (petekie, ekimosa, epistaksis, hematemesis, melena, perdarahan gusi, uterus, telinga, dll)
  • Derajat 3: ada gejala kegagalan peredaran darah seperti nadi lemah dan cepat (> 120 / menit), tekanan nadi sempit (< 120 mmHg), tekanan darah menurun dapat mencapai 0
  • Derajat4: nadi tidak teraba, tekanan darah tidak terukur, denyut jantung > 140 / menit, acral dingin, berkeringat, kulit biru

Gejala Lain :

  • Hati membesar, nyeri spontan dan pada perabaan
  • Asites
  • Cairan dalam roga pleura (kanan)
  • Ensepalopati: kejang, gelisah, sopor, koma

Prinsip penatalaksanaan :

  • Memperbaiki keadaan umum
  • Mencegah keadaan yang lebih parah
  • Memperbaiki syok dan perdarahan (pen: rehidrasi sampai hari ke 7, namun hati-hati pada hari ke 6 dapat terjadi arus balik cairan intersitiel ke pembuluh darah)

Penatalaksanaan :

Penderita Rawat Jalan:
  • Minum susu / Oralit / LGG sampai air kencing cukup banyak
  • Pesankan pada penderita : bila lemah, gelisah, kaki tangan dingin -> segera ke puskesmas
  • Kontrol tiap hari terutama hari ke 4 atau 5 -> anamnesis, pemeriksaan fisik, Hematokrit
Penderita Rawat Inap:
Tanpa syok:
  • Minum susu/oralit/LGG sebanyak-banyaknya
  • Bila mutah / sakit perut ( infus RL dengan tetesan pemeliharaan
  • Antipiretik bila perlu (jangan beri aspirin/salisilat)
  • Antibiotika hanya diberikan jika ada infeksi sekunder
Dengan syok:
  • Infus RL 20 ml kg BB, evaluasi tiap 15 menit pada jam pertama
  • Oksigenasi bila perlu
  • Dexametason 2-5 mg/kg BB tiap 4-6 jam sampai keadaan stabil
  • Bila dalam 30 menit pertama nadi dantensi belum ada perbaikan -> rujuk keRSUD disertai oksigenasi
  • Antipiretik dan antibiotik sama dengan yang tanpa syok

Lebih jauh tentang Rehidrasi DBD, silahkan download formula rehidrasi dalam format flash swf. Klik kanan download, lalu pilih Save Target As …

» ke daftar isi

Luka Bakar

November 5, 2006 pukul 2:54 am | Ditulis dalam ProTap | 21 Komentar

Luka BakarDefinisi :
Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api,cairan panas, listrik, dll) atau zat-zat yang bersifat membakar (asam kuat, basa kuat).

Tindakan Terpenting :

  • Segera menghentikan paparan panas
  • Mencegah meluas dan mendalamnya kerusakan jaringan kulit
  • Mencegah dan mengatasi infeksi
  • Mencegah kontraktur dan perlengketan jari tangan/kaki
  • Segera tentukan diagnosis dengan mencantumkan derajat dan berat luka bakar

Derajat Luka Bakar
(berdasarkan kedalamanlapisan kulit yang terkena)

  • Derajat 1: mengenai lapisan luar epidermis, kulit merah, sedikit oedem, dan nyeri
  • Derajat 2: mengenai epidermis dan sebagian dermis, terbentuk bulla,sedikit oedem,nyeri berat. Bila bulla pecah tampak agak kemerahan
  • Derajat 3: mengenai seluruh lapisan kulit, lesi pucat, warna kecoklatan dengan permukaan lebih rendah dari bagian yang tidak terbakar

Beratnya Luka Bakar
(berdasar derajat dan luasnya kulit yang terkena)

  • Ringan: luka bakar derajat I atau derajat I atau derajat II seluas < 15% atau derajat II seluas < 2%
  • Sedang: luka bakar derajat II seluas 10-15% atau derajat II seluas 5-10%
  • Berat: luka bakar derajat II seluas > 20% atau derajat III seluas > 10% atau mengenai wajah, tangan-kaki, alat kelamin/persendian sekitar ketiak atau akibat listrik tegangan tinggi (> 1000 V) atau dengan komplikasi patah tulang/kerusakan jaringan lunak/gangguan jalan nafas

Perhitungan Luasnya Luka Bakar
Anak-anak (dihitung menurut rumus Lund dan Browder : dalam %), sedangkan dewasa (dihitung menurut rumus Rule of Nine)
Pertolongan Pertama (di tempat kejadian):

  • Matikan api dengan memutuskan hubungan (suplay) Oksigen dengan menutup tubuh penderita dengan selimut, handuk, seprai, karung, dll
  • Perhatikan Keadaan Umum penderita
  • Pendinginan:
    1. Buka pakaian penderita
    2. Rendam dalam air atau air mengalir 20 – 30 menit, derah wajah dikompres air
    3. Yang disebabkan zat kimia: selain air dapat dapat digunakan NaCI (untuk zat korosif) atau gliserin (untuk fenol)
  • Mencegah infeksi:
    1. Luka ditutup dengan perban/ kain kering bersih yang tidak dapat melekat pada luka
    2. Penderita ditutup kain bersih
    3. Jangan beri zat yang tidak larut dalam air seperti: mentega, menyak, kecap, pasta gigi,telor, dll
    4. Rujuk ke Puskesmas

Perhatian:
pendinginan tidak ada gunanya jika luka bakar > 1 Jam.

Penatalaksanaan:
Menurut derajat Luka Bakar

  • Derajat 1: cuci dengan larutan antiseptik dan beri analgesik. Bila mengenai daerah muka, genital rawat inap
  • Derajat 2: inj. TAS 1500 IU im atau inj. Tetanus Toksoid (TT) 1 ml im
  • Derajat 2 tidak luas tetapi terbuka : dicuci dengan larutan antiseptik, ditutup kasa steril, beri zalf levertran. Bila tidak ada tanda infeksi, kasa diganti tiap 2 minggu
  • Derajat 3: rujuk ke RSUD dengan infus terpasang

Menurut Beratnya Luka Bakar

  • Ringan tanpa komplikasi: berobat jalan
  • Sedang: sebaiknya rawat inap untuk observasi
  • Berat : rujuk ke RSUD dengan infus terpasang

Indikasi Rawat Inap

  • Luka bakar didaerah wajah dan leher
  • Luka bakar di daerah tangan
  • Luka bakar di daerah mata
  • Inhalasi

» ke daftar isi

Perawatan Luka

November 5, 2006 pukul 2:45 am | Ditulis dalam ProTap | 3 Komentar

Perawatan LukaPenatalaksanaan

  • Antisepsis sekitar luka
    1. Cuci dengan betadine
    2. Pada fraktur terbuka : cuci dengan NaCl 0,9%
  • Antisepsis luka
    1. Untuk luka kotor : cuci dengan H2O2 (perhidrol) kemudian NaCl 0,9%
    2. Untuk fraktur terbuka : cuci dengan NaCI 0,9%
    3. Untuk luka bersih : cuci
    4. Selanjutnya beri betadine -> untuk semua jenis luka
  • Hecthing (Jahit) kalau memang diperlukan

Perhatikan :

luka dengan fraktur/ruptur tendon jangan dijahit, tetapi dicuci dengan NaCl 0,9% -> tutup dengan kasa steril, bila ada perdarahan -> ditampon / verban -> rujuk ke RSUD.

Pengobatan

  • Bila luka kotor/lebar/dalam beri ATS 1.500 IU (tes dulu) atau TT 0,5 ml
  • Inj. PP (tes dulu) atau inj Ampisilin 4x500mg-1gr per hari
  • Amoksisilin 3-4×500 mg
  • Analgesik -> jika perlu

Catatan Penting

  • Luka lecet cukup diolesi betadine tanpa ditutup, tanpa ATS, tanpa AB
  • Luka kecil yang hanya membutuhkan 1 jahitan boleh tanpa anestesi
  • Anestesi lokal diberikan sebelum luka dibersihkan, untuk mengurangi rasa sakit
  • Luka pada kepala, cukur dulu sekitar luka sebelum dijahit. Jahitan pada kepala dapat diangkat pada hari kelima atau kurang
  • Luka yang cukup dalam harus dijahit berlapis, bagian dalam memakai cut gat dan bagian luar memakai silk
  • Luka yang cukup panjang, jahitan sebaiknya mulai dari tengah
  • Luka berbentuk V, sudut dasar V dijahit terdahulu
  • Luka yang banyak mengeluarkan darah, terlebih dahulu klem dan jahit yang rapat pada sumber darah. Jika darah berhenti -> jahitan dilanjutkan.
  • Setelah selesai dijahit ternyata masih merembes -> bongkar -> Jahit ulang -> bekas jahitan didep agak kuat. Jika masih merembes -> rujuk ke RSUD
  • Pada kondisi terputusnya pembuluh darah besar -> klem/dep/ tampon yang kuat dengan kasa steril -> rujuk ke RSUD dengan infus terpasang
  • Selesai menjahit, dengan pinset sirurgi tepi kulit dibuat ektropion (membuka keluar)
  • Kontrol sebaiknya pada hari 3-4 setelah dijahit -> angkat jahitan pada hari ke 6-7
  • Pada luka yang terlalu panjang atau terjadi infeksi -> jahitan diangkat selang-seling (tidak sekaligus)
  • Pada waktu mengangkat jahitan, benang yang dipotong yaitu pada ujung yang berlawanan dengan simpul (untuk menghindari benang bagian luar ikut menyusup ke dalam)
  • Kalau pada jahitan terdapat PUS -> buka -> bersihkan, kompres dengan Revanol 2 kali sehari
  • Tidak semua luka perlu ATS -> lihat kriteria di atas

lia – cak moki

» ke daftar isi

Halaman Berikutnya »

Blog di WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.