Persalinan Normal

Oktober 7, 2006 pukul 3:28 am | Ditulis dalam ProTap | 15 Komentar

 

  • partus normalDibuat status penderita, perderita diletakan di ruang persalinan.
  • Lakukan anamnesa lengkap.
  • Lakukan pemeriksaan umum: TB, BB, Vital sign (Tensi, Respirasi, dan Suhu), dan LLA. Apabila didapatkan kelainan dari hasil pemeriksaan, konsultasikan ke Bidan Senior / Dokter jaga / Kepala puskesmas.
  • Lakukan pemeriksaan luar: tentukan letak, presentasi dan sikap janin, DJJ. Jika didapatkan kelainan, konsul Dokter.
  • Lakukan pemeriksaan dalam : bagaimana keadaan vagina, dinding vagina, ada tumor / tidak / penyempitan ? Bagaimana kadaan sertviks uteri, pembukaan atau kelainan-kelainan lain, keadaan ketuban +/- , Apabila ada kelainan, konsul Dokter / Bidan senior.
  • Apabila pembukaan pada primipara antara 1-7 cm, Penderita diminta untuk berjalan-jalan, membersihkan, BABdan BAK ; apabila belum bisa BAB Lakukan lavement. Untuk multipara jika pembukaan 1-5 cm lakukan hal yang sama seperti pada primipara.
  • Apabila dari pemeriksaan ketuban ( – ), periksa dalam harus lebih 4 jam kemudian, dan beri injeksi PPC 4 cc (lakukan test sensitisasi) sehari 2x. Apabila ketuban (+), PD setiap 2 jam.
  • Jika ibu dan janin normal, kepala sudsh masuk panggul, ketuban (+), pembukaan < 7 cm, ibu boleh jalan-jalan atau tiduran miring ke kiri / kanan.
  • Tunggu pembukaan lengkap:
  • Observasi HIS dan DJJ tiap 15 menit.
  • Evaluasi PD tiap 2 jam.
  • Pasien diajak ngobrol, dihibur, diajari cara menarik nafas dan cara mengejan dan motivasi ASI eksklusif.
  • Anjuran banyak minum.
  • Kosongkan kandung kencing tiap 4 jam.

Bila ada tanda-tanda keluar lendir, darah banyak, pasien ingin muntah dan ingin mengejan/ berak/ anus terbuka/ ketuban pecah spontan, periksa dalam: jika pembukaan lengkap, kosongkan kandung kencing dengan kateter Nelaton.
Bila ketuban (+) -> pecahan
Bila ketuban (-) -> pastikan tidak ada bagian kecil janin / tali pusat menumbung.

Setiap ada HIS, pimpin mengejan:

  • Pada primipara, lakukan episiotomi. Apabila kala II 1-2 jam tidak lahir, konsul bidan senior / dokter.
  • Pada multipara, tergantung kondisi Perineum, kala II ½-1 jam tidak lahir, konsul bidan senior / dokter.

Setelah kepala lahir, bersihkan mulut dan hidung dengan kasa steril, hisap lendir hidung dan mulut secara hati-hati:

  • Bila ada lilitan tali pusat, longgarkan dan lepaskan melalui leher.
  • Bila lilitan ketat -> potong tali pusat saat itu juga

Pada kondisi normal, potong tali pusat setelah semua bagian bayi lahir, beri Betadin dan ikat:

  • Prematur: tali pusat langsung dipotong tanpa diurut.
  • Cukup Umur: sebelum dipotong , urut dulu tali pusat ke arah bayi.

Kalau terjadi asphexya, lakukan:

  • Pembersihan jalan nafas, diberi kain penghangat, rangsang refleks pernafasan dengan refleks nyeri.
  • Jika asfeksia sedang / berat, beri oksigenasi, pijat jantung dan koreksi asidosis, beri meylon 7,5 % + glukosa 40 % dan akuabides (3 ml:3 ml:6 ml) melalui vena umbilical, aminopilin 2 mg iv untuk merangsang pernafasan. Jika 15 menit tidak membaik dirujuk, dan jika membaik masukkan couvis.

Cek keadaan bayi : lubang anus, telinga, adakah cacat anggota tubuh lain. Jika tidak ada kelainan, bayi diserahkan kepada pembantu untuk dimandikan dan di-room mingin. Ukur TB, BB,dan LK. Jika ada kelainan, konsultasikan ke dokter.
Kosongkan kandung kencing ibu dengan kateter logan:

  • Jika tidak ada pendarahan -> tunggu plasenta lepas sendiri.
  • Jika ada pendarahan banyak -> evaluasi manual.

Setelah plasenta lahir, pastikan bahwa semua kotiledon dan selaput ketuban lengkap. Kalau ada yang tertinggal -> evaluasi manual.

Palpasi uterus:

  • Jika kontraksi baik, tak apa-apa -> beri injeksi neuroboran.
  • Jika kontraksi jelek:
  1. Yakin plasenta lahir lengkap -> beri injeksi ergometrin 1-2 amp iv /im
  2.  Bila tidak yakin plasenta lahir lengkap -> beri injeksi oxytosin 1 amp. 1 ml. sambil masage uterus dari luar sampai kontraksi baik. Jika tetap jelek, kompresi bimanual 15 -30 menit, pasang infus NaCI 0,9% konsul Dokter dan atau rujuk ke RSUD.

Luka episiotomi / ruptur per inci jahit dengan cat gut, jahit luar degan silk, tutup dengan kain kasa stiril betadin ; kemudian mandikan ibu dan bersihkan. Dekatkan bayi dan segera susui.
Awasi pasien 2 jam di ruang bersalin. Lihat pendarahan yang terjadi : normal / tidak,periksa fundus dan kontraksi uteri, dan cek vital sign. Jika tidak terjadi apa-apa, pindahkan ibu ke bansal post partum dan rawat gabung dengan bayinya.

Terapi di Ruang Perawatan :
Ibu :

  • Beri Vit. A dosis tinggi 1 x.
  • Roborantia dan tablet Besi
  • Jika ada episiotomi / ruptur / KPD / manual / VE, tambah Antibiotika PPC / ampisilin 500 mg 4×1.

Bayi :

  • ASI Ekslusif.
  • Mata tetesi dengan cairan Ag Nitrat 2 tetes 1 x.

15 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. posisi melahirkan yang bagus mannaaaaaaaaaaa???????
    penting banget tuch dicantumin biar ibu-ibu pada tau.

  2. kalo pasien dateng dah buka lengkap gimannnnnaaaaa????

  3. @ neli suryandari,
    Maaf, sementara ringkasan Prosedur Tetap ini memang diperuntukkan bagi kalangan internal kesehatan. Masih dirancang untuk umum dengan bahasa friendly.
    Trims sarannya ya🙂

    @ wildania,
    Ya tinggal pimpin partus doooong. (Persiapan standarnya udah ready)

  4. istriku 25 th mau melahirkan kira2 blu agustus. pinggulnya ecil jd aku takut kalo cesar, apa ada solusinya?

  5. tolong jelaskan tentang terjadinya hemoragik post partum

  6. @ Pribadi,
    Pinggul kecil dari luar tidak menggambarkan lingkar pinggul bagian dalam, jadi belum tentu cesar.
    Seandainya memang kecil dan dianggap tidak mungkin lahir normal, maka cesar adalah pilihan terbaik.
    Semoga kelahirannya lancar🙂

    @ Eygrine,
    Dah ada postingannya koq
    Sila dibaca😀

  7. biasanya dalam persalinan terdapat ruptur perineum, tolong dong pembahasannya serta cara penanganannya untuk mengurangi insiden terjadinya dalam bersalin? tolong dong pembahasan mengenai posisi persalinan dan gambarnya? plessssssss jawabya penting tugas akhir

  8. @ Siti Fatimah,
    Untuk mencegah rupture perineum spontan, maka dilakukan episiotomi.
    Hal ini dilakukan pada primipara, dan dapat juga pada partus kedua dan seterusnya jika pada saat persalinan ada hambatan (setelah kepala bayi melewati tulang panggul)

    Untuk gambar, maaf, silahkan googling aja, banyak koq. Ketik “birth” atau “partus” di Google kemudian klik image di bar atas.

    Semoga membantu

  9. wah..kayaknya akan lebih menarik klo di tambah gambar mengenai posisi persalinan yang baik….. dan penjelasan kenapa bisa terjadi nyeri pada persalinan.

  10. aku lagi hamil 7 bulan lebih, prediksi dokter bulan februari nanti. saya ingin melahirkan normal tapi kata orang2 sakitnya minta ampun,,apa iyaa??? dan apa aja kiat supaya melahirkan normal nanti tidak sesakit yang aku bayangkan?

  11. kalo bisa proses partus dari fase laten sampai fase aktiv di buat juga dan normalnya waktu partus bagi primi maupun multi

  12. ada metode persalinan normal yang terbaru gaaa..?ko metode pasaran ci..?penting ne jeng buat buat persentasi di kampus..!!!

  13. @ ruhan:
    Terimakasih atas sarannya🙂

    @ lia:
    Duuuh… maaf kami lama ngga buka blog, mungkin saat ini sudah lahir… Gimana rasanya sakit ngga?

    @ tig3r:
    OK Bos,Trims ya…

    @ britney:
    Ngga ada qo bu, paling hanya varian2 doang

  14. kayaknya penatalaksanaan persalinan sudah banyak perubahan, khususnya untuk persalinan kala II dan III,apalagi kalau dilihat dari APN (Asuhan Persalinan Normal), Reverensi 2007. Mungkin bacaan tersebut perlu ada sedikit penambahan atau perbaikan.

  15. mana gambarnya???? kayaknya lebih seru kalo pake gambar. sekalian buat tambahan referensi KTI qhu… thanks infonya….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: