Seri Anak: Gagal Napas Akut

Oktober 7, 2006 pukul 12:18 am | Ditulis dalam Medical review | 1 Komentar

gagal napasPengertian
Adalah gangguan sistem pernapasan yang disebabkan adanya gangguan primer pada paru atau gangguan lainnya, sehingga sistem pernapasan tidak dapat memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Perawatan di ruang intensif

Gejala Klinis

  • Kesadaran menurun, agitasi
  • Peningkatan frekuensi napas, berupa: retraksi suprasternal, interkostal, supraklavikular dan retraksi epigastrium, takipneu, pernapasan paradoks.
  • Sianosis
  • Takikardi
  • Bradipneu (dalam keadaan lanjut)

Pemeriksaan Penunjang

  • Radiologi
  • PaO2
  • PCO2

Pengobatan

  • Bebaskan jalan napas dan pernapasan buatan
  • Oksigenasi 100 % 1 – 2 liter/menit
  • Medikamentosa:
  • Aminofilin (Larutan 24 mg/ml), pemberian: intravena, dosis: 4-6 mg/kg BB dalam 30 menit dilanjutkan dengan 0,8-0,9 mg/kg BB/jam
  • Epinefrin * (1 mg/ml 1:1000), pemberian: subcutan, dosis: 0,001 mg/kg BB Maks 0,03 mg
  • Salbutamol (larutan 0,5 %), pemberian: inhalasi, dosis: 0,05-0,15 mg/kg BB
  • Terbutalin (MDI 0,2 mg/puff), pemberian: inhalasi, dosis: 1-2 puff maks 6 mg. Sediaan Larutan 0,1 %. pemberian: subcutan, dosis: 0,2 mg/kg BB, Maks 6 mg
  • Metil prednisolon (larutan 125 mg/mg), pemberian: intravena, dosis: 1 mg/kg BB tiap 6 jam

* International Guidelines for Neonatal Resuscitation 2000 (p:11)
Resuscitation of the Newly Born Infant, Amirican Heart Association, 1999 (p:7)
Paediatric life support, European Resuscitation Council Guidelines for Resuscitation
2005 (p:12)

Monitoring
Pemantauan ditujukan pada :

  • Tanda vital (Frekuensi napas, Work of breathing, Frekuensi nadi, Sianosis, Kesadaran)
  • Pemeriksaan Paru
  • Analisa Gas darah
  • Pulse-oxymetry

Kriteria Keluar dari Ruang Intensif
Apabila masa krisis sudah dilampui dan tindakan invasif dipandang cukup, maka penderita dapat keluar dari ruang intensif, dengan kriteria sebagai berikut:

  • Hemodinamik sudah stabil
  • Pernapasan stabil, ditandai dengan jalan napas bebas dan gas darah normal tanpa ETT
  • Kebutuhan oksigen minimal
  • Obat penunjang inotropik, vasodilator, anti aritmia tidak diperlukan lagi atau bila masih diperlukan, memakai dosis rendah
  • Irama jantung terkontrol
  • Tidak diperlukan lagi alat monitor tekanan intrakranial invasif, kateter hemodinamik, suctioning eksesif dan ventilator
  • Gangguan neurologis ( kejang ) terkontrol
  • Penilaian staf medik dan keluarga memutuskan tidak diperlukan perawatan intensif

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Saya pribadi baru saja mengalami peristiwa GAGAL NAFAS (menurut dokter)pada bayi saya yang berusia 1 bulan 17 hari dengan berat 5 kg ( Cukup bulan untul=k lahir sy hamil bulan April dan melahirkan 26 desember 2007 normal,dan tidak memberikan susu formula,hanya ASI EXKLUSIF .Awalnya hanya muntah, dikasi tilidon(anti muntah)dan oralit(padahal anak saya tidak diare) biji matanya yang berwarna hitam naik keatas tp kata Dr. ASYUDDIN di RS PT INCO SOROWAKO tidak apa2,saya disuruh pulang.Malamnya anak saya sesak(sudah tidak muntah lagi)matanya tetap naik keatas dan mulutnya mulai terbuka sulit tertutup dan tidak ada reaksi mengisap ASI lagi. saya Bawa ke Emergency RS PT INCO SOROWAKO lagi dan ditangani oleh dokter jaga Dr. ARUM RATRI dan suster yang bernama HIRAWATY(sempat membentak kami dan hendak membuang file anak kami ketika kami merasa pelayanannya terlalu lama krn dokternya blm datang, kami ke puskesmas tp tidak ada dokter pas kami kembali ke Emergency itu lagi suster HIRAWATy dengan santainya mengatakan OOO IBU DATANG LAGI, FILE ANAKNYA HAMPIR SAYA BUANG!!)Akhirnya pukul 2 subuh kami baru dpt pelayanan( kami datang pukul 11 malam) bayi saya DI UAP tp tidak ada perubahan, Dr.ARUM menyuruh saya memeras ASI saya disendok dan meminumkan pada bayi say a(bayi saya bereaksi saat menelan)akhirnya kami disuruh pulang,tapi kami ngotot biar bayi saya di infus saja karena dia kurang cairan(badanya sudah kaku tp DR.Arum bilang mungkin dia lagi tidur,padahal bayi saya sudah tidak sadar)Dr.ARUM juga mengatakan anak bayi kalau diinfus sakit,IBU TAU TIDAKKK??Akhirnya kami pulang,sy memberikan ASI saya memalui sendok saja,tapi pukul 6 bayi sy sudah mulai biru kami segera melarikan ke RS PT INCO lagi dan lagi.Dokter disana mulai panik dan menyalahkan keterlamabatan saya membawanya,akhirnya setelah mereka tau dari kemarin sore saya datng dan selalu DISURUH PULANG dan MENGANGAP BIASA sesaknafas anak saya, akhirnya dokter2 mulai mengusahakan oksigen untuk bayi saya.Tapi bayi saya sudah tidak mampu bernafas lama ( ada jedah dimana bayi saya berhenti bernafas) akhirnya difoto rontgen dan dimasukkan di ruang ICU( tanpa inkubator)..cukup lama kami menunggu INKUBATOR, setelah datang TIDAK SATU ORANG PUN PERAWAT ATAU SUSTER YANG MAMAPU MENGGUNAKANNYA,MEMBUKANYA SAJA MEREKA TIDAK BISA)lama baru ada suster yg datang dan bisa membuka inkubatornya.Bayi saya sudah mulai pucat,saya yakin ALLAH pemilik segalanya..saya bisikkan kl telinga anak saya IBU IKHLAS DHIVA PERGI,IBU TAU SAKIT MELIHAT SELANG INFUS DISELURUH TUBUNYA,bayi saya bereaksi dan MENARIK NAFAS PANJANG(mungkin ini bahasa isyarat dia untuk menjawabnya)

    Akhirnya INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJIUNN pukul 5 sore bayi saya pergi meningggalkan kami yang sebelumnya dokter mengusahakan dengan alat kejut jantung sebanyak 3 kali agar bayi kami bisa bernafas..tapi saya rasa sudah cukup bayi saya sudah tidak mampu lagi bertahan(pedih hati saya melihat dada bayi saya luka bakar oleh alat kejut jantung itu).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: