Perawatan Luka

November 5, 2006 pukul 2:45 am | Ditulis dalam ProTap | 3 Komentar

Perawatan LukaPenatalaksanaan

  • Antisepsis sekitar luka
    1. Cuci dengan betadine
    2. Pada fraktur terbuka : cuci dengan NaCl 0,9%
  • Antisepsis luka
    1. Untuk luka kotor : cuci dengan H2O2 (perhidrol) kemudian NaCl 0,9%
    2. Untuk fraktur terbuka : cuci dengan NaCI 0,9%
    3. Untuk luka bersih : cuci
    4. Selanjutnya beri betadine -> untuk semua jenis luka
  • Hecthing (Jahit) kalau memang diperlukan

Perhatikan :

luka dengan fraktur/ruptur tendon jangan dijahit, tetapi dicuci dengan NaCl 0,9% -> tutup dengan kasa steril, bila ada perdarahan -> ditampon / verban -> rujuk ke RSUD.

Pengobatan

  • Bila luka kotor/lebar/dalam beri ATS 1.500 IU (tes dulu) atau TT 0,5 ml
  • Inj. PP (tes dulu) atau inj Ampisilin 4x500mg-1gr per hari
  • Amoksisilin 3-4×500 mg
  • Analgesik -> jika perlu

Catatan Penting

  • Luka lecet cukup diolesi betadine tanpa ditutup, tanpa ATS, tanpa AB
  • Luka kecil yang hanya membutuhkan 1 jahitan boleh tanpa anestesi
  • Anestesi lokal diberikan sebelum luka dibersihkan, untuk mengurangi rasa sakit
  • Luka pada kepala, cukur dulu sekitar luka sebelum dijahit. Jahitan pada kepala dapat diangkat pada hari kelima atau kurang
  • Luka yang cukup dalam harus dijahit berlapis, bagian dalam memakai cut gat dan bagian luar memakai silk
  • Luka yang cukup panjang, jahitan sebaiknya mulai dari tengah
  • Luka berbentuk V, sudut dasar V dijahit terdahulu
  • Luka yang banyak mengeluarkan darah, terlebih dahulu klem dan jahit yang rapat pada sumber darah. Jika darah berhenti -> jahitan dilanjutkan.
  • Setelah selesai dijahit ternyata masih merembes -> bongkar -> Jahit ulang -> bekas jahitan didep agak kuat. Jika masih merembes -> rujuk ke RSUD
  • Pada kondisi terputusnya pembuluh darah besar -> klem/dep/ tampon yang kuat dengan kasa steril -> rujuk ke RSUD dengan infus terpasang
  • Selesai menjahit, dengan pinset sirurgi tepi kulit dibuat ektropion (membuka keluar)
  • Kontrol sebaiknya pada hari 3-4 setelah dijahit -> angkat jahitan pada hari ke 6-7
  • Pada luka yang terlalu panjang atau terjadi infeksi -> jahitan diangkat selang-seling (tidak sekaligus)
  • Pada waktu mengangkat jahitan, benang yang dipotong yaitu pada ujung yang berlawanan dengan simpul (untuk menghindari benang bagian luar ikut menyusup ke dalam)
  • Kalau pada jahitan terdapat PUS -> buka -> bersihkan, kompres dengan Revanol 2 kali sehari
  • Tidak semua luka perlu ATS -> lihat kriteria di atas

lia – cak moki

» ke daftar isi

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. bagus juga ya!
    ©pkm palaran:
    trims supportnya…..kami masih harus banyak belajar di sela waktu …

    wass🙂

  2. wah hebat, Puskesmas sudah punya website, hebat.trim atas artikelnya

  3. trimakasih atas artikelnya , coba ditambanh lagi tentang definisi dan juga macam – macam luka.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: