Syok Anafilaksis

November 5, 2006 pukul 5:02 pm | Ditulis dalam ProTap | 7 Komentar

syok Reaksi syok anafilaksis adalah terjadinya reaksi renjatan (syok) yang memerlukan tindakan emergency karena bisa terjadi keadaan yang gawat bahkan bisa menimbulkan kematian. Kalangan awam menerjemahkan keracunan, padahal sesungguhnya adalah resiko dari tindakan medis atau penyebab lain yang disebabkan faktor imunologi. Perlu diingat bahwa reaksi alergi tidak semata ditentukan oleh jumlah alergen, namun pada kenyataannya setiap pemberian obat tertentu (umumnya antibiotika secara parenteral) dilakukan test kulit untuk melihat ada tidaknya reaksi alergi. Apakah tindakan ini hanya bersifat psikologis? Perlu kajian mendalam dari kalangan medis dan publikasi kepada publik tentang reaksi alergi agar tidak diterjemahkan sebagai “mal praktek“.

Dikatakan “medical error” apabila nyata-nyata seseorang yang mempunyai riwayat alergi obat tertentu tetapi masih diberikan obat sejenis. Karena itu penting untuk memberikan penjelasan dan cacatan kepada penderita yang mempunyai riwayat alergi, agar tidak terjadi reaksi syok anafilaksis.
Berikut ini adalah penyebab, reaksi tubuh, derajat dan penatalaksanaan reaksi syok anafilaksis.

Penyebab:

  • Obat-obatan:
    1. Protein: Serum heterolog, vaksin,ektrak alergen
    2. Non Protein: Antibiotika,sulfonamid, anestesi lokal, salisilat.
  • Makanan: Kacang-kacangan, mangga, jeruk, tomat, wijen, ikan laut, putih telor, susu, coklat, zat pengawet.
  • Lain-lain: Olah raga, berlari, sengatan (tawon, semut)

Reaksi Tubuh:

  • Lokal: Urtikaria, angio-edema
  • Sistemik:
    1. Kulit/mukosa: konjungtivitis,rash,urtikaria
    2. Saluran napas: edema laring, spasme bronkus
    3. Kardiovaskuler: aritmia
    4. Saluran cerna: mual, muntah, nyeri perut, diare

Derajat Alergi:

Ringan:
Rasa tidak enak, rasa penuh di mulut, hidung tersumbat, edema pre-orbita, kulit gatal, mata berair.

Sedang:
Seperti di atas, ditambah bronkospasme

Berat (syok):

  • Gelisah, kesadaran menurun
  • Pucat, keringat banyak, acral dingin
  • Jantung berdebar, nyeri dada, takikardi, takipneu
  • Tekanan darah menurun, oliguri

Penatalaksanaan Reaksi Alergi:

Ringan:
Stop alergen, beri Antihistamin

Sedang:

  • Seperti di atas di tambah: aminofilin atau inj. Adrenalin 1/1000 0,3 ml sc/im, dapat diulang tiap 10-15 menit sampai sembuh, maksimal 3 kali.
  • Amankan jalan nafas, Oksigenasi.

Berat:

  • Seperti sedang ditambah: posisi terlentang, kaki di atas
  • Infus NaCl 0,9% / D5%
  • Hidrokortison 100 mg atau deksametason iv tiap 8 jam
  • Bila gagal: beri difenhidramin HCl 60-80 mg iv secara pelan > 3 menit
  • Jika alergen adalah suntikan, pasang manset di atas bekas suntikan (dilepas tiap 10-15 menit) dan beri adrenalin 0,1-0,5 ml im pada bekas suntikan
  • Awasi tensi, nadi, suhu tiap 30 menit
  • Setelah semua upaya dilakukan, jika dalam 1 jam tidak ada perbaikan rujuk ke RSUD.

» ke daftar isi

7 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. mau tanya benarkah anafilaksis ini hanya 15 menit aja. jika tidak ditangani, memudaratkan ?

  2. @ jennz,
    Enggak koq, tergantung berat ringannya reaksi anafilaksis.
    Ada reaksi yang sangat cepat, ada juga yang delayed.
    Kami pernah menangani reaksi anafilaksis saat jarum injeksi masih dikulit penderita (saat test kuit), dengan penanganan yg cepat bisa selamat.

  3. mau nanya dong..
    Peranan kortikosteroid ( dexamethason, dll)terhadap syok anafilaksis seberapa efektif..
    Dikatakan di beberapa buku,kortikosteroid itu hanya terapi sekunder saja.Dikatakan sebenernya hanya untuk mencegah reaksi anafilaksis itu berlangsung lama..
    Apakah setiap rx.anafilaksis selain di beri epinefrin juga harus di beri steroid.. apa hny untuk rx.anafilaksis yg berat saja (syok)??

  4. mau nanya dong…
    ada gak info lain tentang anafilaksis ????
    kalau ada plz send to my e-mail y !!!!!!!

  5. Buat kang Fahmi, saya sepakat dengan anda bahwa kortikosteroid sebagai theraphy skunder terhadap syock anafilaktik. Namun dalam hal ini selagi belum mengarah kepada yang berat kortikosteroid bisa diberikan, toh steroid juga punya efek anti histamin?.

  6. ass.wr.wb
    terimakasih…
    saya membaca tulusan tentang syok anafilaktik yang dibuat disini..cuman ada beberapa yang mungkin bisa ditambahkan untuk menambah wawasan,seperti terapi lanjutan dari syok tersebut,penggunaan metilprednisolon ataupun obat2an yang digunakan apabila tetap terjadi persisten hipotensi…atau baik juga ditampilkan algoritma pengelolaan syok anafilaksis agar lebih mudah dipahami oleh para praktisi…mohon maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan…
    wasss..wr.wb

  7. saya sdng ada tugas ttg anafilaksis, tapi pembahasannya lebih ke mekanisme imunologinya, bisa dipaparin lebih jls ga ttg mek. imunnya? trims.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: